Postingan

(Bukan) Camcer di Gunung Salak 1 via Ci Melati - Part 1

Gambar
Aku masih di kereta kak.
Nanti kalo semua udah ngumpul, tinggal aku doank, aku di tinggal aja.

Gpp kok. 
Send
Suara announcer menggema di dalam gerbong menginfokan bahwa Commuter Line memasuki Stasiun Depok. masih ada 4 stasiun lagi menuju Stasiun Bogor dengan jarak masing-masing stasiun yang lumayan berjauhan. Perkiraan masih sekitar 30 menit lagi, tapi aku sudah merasa ga enak sama teman-teman yang lain. Terakhir aku baca di grup WhatsAppSalaka Lovers, sudah ada yang berada di lokasi meeting point (mepo).
30 menit yang terasa begitu lama akhirnya berlalu. Setengah berlari aku keluar stasiun Bogor menuju KFC yang persis berada di seberang stasiun. Setelah melewati Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), dari kejauhan aku melihat salah satu teman dengan kaos merah lengan panjang bertuliskan Mt Ciremai.
"Lah.. katanya kamu ga jadi ikut, Pank?" "Rencananya gitu kak, tapi di ajak Bang Econ motoran, ya udah gue ikut." "Terus teman yang lain udah di KFC belum?" "…

Sindoro yang Ku Rindukan - Part 2 - Edisi Puasa-puasa di Gunung

Gambar
"Bangun.. sahur..!!"
"Bangun bangun.." "Bangun udah jam 3.." "Bangun.. sahur.."
Suara ini bukan dari jalan kompleks, gang sempit, ataupun broadcast. Tapi teriakan dari Pos 3 Gunung Sindoro.
Tidur malam ini sangat nyenyak, dingin juga tidak terlalu menjamah. Suara yang awalnya terdengar samar-samar sudah semakin jelas, di luar tenda sudah ada beberapa yang bangun. Tadi ada yang menepuk tenda kami, perlahan menyuruh bangun mengingatkan waktunya sahur. Oh iyaa, saat ini aku sedang mengikuti Trip ke Gunung Sindoro bersama rekan-rekan komunitas Backpacker Jakarta.
Kembali lagi ke cerita, setelah sekitar 5 menit di dalam tenda menyesuaikan dingin karena melepas sleeping bag, aku kemudian keluar tenda untuk ikut membangunkan rekan-rekan yang lain.
Bang Ipay dan Bang Ucup sudah berurusan dengan logistik. Ada yang sibuk mengeluarkan matras dari dalam tenda untuk alas sahur, kemudian mengalasinya lagi dengan kertas nasi. Ada yang menyeduh air panas, ada j…

Camcer ke Pulau Pari Kepulauan Seribu (1)

Gambar
"Kal, ke Pari yuk.."
Ajakan itu datang tiba-tiba dari Bang Yusuf (baca : Ucup), teman traveling yang sebelumnya sudah beberapa kali ngetrip bareng.
Pembahasan ke pantai memang sudah beberapa kali di obrolin di salah satu grup trip WhatsApp, tapi wacana tinggal wacana. Belakangan aku sempat berfikir bahwa wacana adalah salah satu teknik meramaikan grup tanpa memikirkan tuna wisata yang betul-betul butuh liburan. Ga lucu tapi boleh ketawa
Dan ajakan mantai berlalu gitu aja.
Kamis, 04 Mei
"Pagi Kal, ikut ke pulau ga?"
Tekadku mulai diragukan. Aku mulai goyah tanpa penopang serupa dia. Iyaa dia yang ninggalin aku saat lagi sayang-sayangnya. lah... kurang fokus ni bocah
Akhirnya ku iyain tuh ajakan. Aku juga emang belum pernah ke Pulau Pari, so ga ada salahnya kalo aku ikut mantai weekend ini. Lagian juga helloo siapa aku yee kan? Mau aku ikut atau ga ikut sekalipun ga akan ngaruh ke jenis kapal yang akan di naikin. Tetap aja kapalnya meniti kubik-kubik air. Bukan menta…

Sindoro yang Ku Rindukan - Part 1 - Edisi Puasa-puasa di Gunung

Gambar
Sindoro mengajarkanku tentang kesabaran dan keyakinan. Mendaki di bulan puasa mungkin konyol bagi sebagian orang, tapi kekonyolan itu telah aku lakukan. Start dari basecamp Sindoro sekitar jam 12.30 saat matahari sedang mesra-mesranya, aku sudah di ojek-ojek terakhir yang mengantarkan ke tempat kami mulai pendakian. Yang masih di basecamp hanya sekitar 4 orang. Teman yang lain sudah lebih dulu naik, dan ada sebagian teman-teman non muslim yang sudah naik sebelum azan dzuhur.

Tidak lebih dari 15 menit di motor dan aku sudah menatap jalur. Setelah stretching sebentar untuk meregangkan otot, ku mantapkan pendakian dengan menggendong carrier kesayangan. Yang harus kulakukan hanya melangkah sedikit demi sedikit, setapak demi setapak. Hentakan kaki yang biasanya penuh energi, kini ku buat seirama mungkin. Tak ada aku yang mempercepat langkah saat landai. Yang ada hanyalah aku yang sekedar beristirahat atau tertawa bersama untuk menghilangkan dahaga. 



Naik-naik ke puncak gunung, lelah-lelah se…

Empunya Berkata

Gambar
Aku daun
Separuh rapuh menggantung
Mengantri gugurAnak gembala
Menikmati rimbunku
Tapi waktu
Tega menghitung mundurAku daun
Bertahan menggantung
Demi larik puisi
Demi mimpi
Yang menggunungJakarta, 07 April 2017
Kamu tahu? Sebagai seorang biasa kadang merasa capek sama ke-monoton-an hidup yg secara kontinu gitu-gitu aja. Awal bulan, pertengahan bulan, akhir bulan yang terlewati dengan alur yang nyaris sama. Bertemu dengan orang yang sama, tertawa-pun oleh cerita yang cenderung sama.


Belakangan ini aku merasakan bahwa hutan sedikit menjadi obat. Yeahh, banyak yang lebih suka pantai, dan aku juga suka pantai. Tapi hutan dan gunung menjadi lebih menarik di mataku sejak 2009. Saat berani keluar dari zona nyaman, saat rela mempekerjakan tubuh secara berlebihan, lalu tinggal di wilayah yang tidak terakses selama waktu tertentu. Akan ada kelegaan yang keluar, dan ada kelelahan yang teramat terbayar.

Lalu jika pada kehidupan sehari-hari aku cenderung memikirkan pencapaian yang tiada habisnya, target yan…