Aku daun Separuh rapuh menggantung Mengantri gugur Anak gembala Menikmati rimbunku Tapi waktu Tega menghitung mundur Aku daun Ber...

Empunya Berkata

September 17, 2017 Kalena Efris 0 Comments

Aku daun
Separuh rapuh menggantung
Mengantri gugur
Anak gembala
Menikmati rimbunku
Tapi waktu
Tega menghitung mundur
Aku daun
Bertahan menggantung
Demi larik puisi
Demi mimpi
Yang menggunung
Jakarta, 07 April 2017

Kamu tahu? Sebagai seorang biasa kadang merasa capek sama ke-monoton-an hidup yg secara kontinu gitu-gitu aja. Awal bulan, pertengahan bulan, akhir bulan yang terlewati dengan alur yang nyaris sama. Bertemu dengan orang yang sama, tertawa-pun oleh cerita yang cenderung sama.

2017-04-17 11.45.21 1.jpg

Belakangan ini aku merasakan bahwa hutan sedikit menjadi obat. Yeahh, banyak yang lebih suka pantai, dan aku juga suka pantai. Tapi hutan dan gunung menjadi lebih menarik di mataku sejak 2009.
Saat berani keluar dari zona nyaman, saat rela mempekerjakan tubuh secara berlebihan, lalu tinggal di wilayah yang tidak terakses selama waktu tertentu. Akan ada kelegaan yang keluar, dan ada kelelahan yang teramat terbayar.

Lalu jika pada kehidupan sehari-hari aku cenderung memikirkan pencapaian yang tiada habisnya, target yang tidak pernah putus, dan kecenderungan mengeluh saat gagal seolah hidup hanya sesederhana itu.

Maka ditempat nun jauh dari peradaban itulah, di tengah lembabnya aroma tanah basah, aku menjadi orang yang pandai bersyukur. Bersyukur pada hal-hal yang selama ini cenderung terabaikan. Pernafasan yang masih baik, tangan yang mampu menggenggam, kaki yang mampu menopang, hingga mata yang mampu memandang.

Ditempat itu juga aku memiliki kecenderungan membingkai ulang sudut pandang.

FB_IMG_1495506738082.jpg

By the way sebagai empunya blog, rasanya kurang jika aku tidak sedikitpun berbasa-basi memperkenalkan diri.

Aku "Kal". kamu boleh panggil aku dengan nama itu. Terkadang butuh sederhana untuk diingat. Tak perlu kau tanyakan nama lengkapku. Alasannya adalah selain karena namaku sudah tertera secara jelas, juga karena kebanyakan orang begitu malas mengingat yang rumit-rumit. Alasan lainnya adalah tidak terlalu penting jika hanya sebatas tahu, kecuali jika kamu tanya nama lengkapku untuk disandingkan di surat undangan. gituuu.. Apasih kal.

By the way juga, blog ini udah blog ke sekian yang aku bikin. Sekitar Tahun 2010 aku pernah punya blog yang sekarang ga bisa aku buka lagi karena lupa password dan e-mail. Blog itu yang bener-bener bikin aku sadar bahwa aku pernah alay pada masanya 😂

Setelah lupa password dan email, aku bikin blog lagi karena ga mau ambil pusing juga. Tapi karena tingkat kemalasan aku yang parah, blog jarang di buka sampe akhirnya lupa password dan email lagi. Gitu terus sampe akhirnya Dora nikah dan punya anak.

Aku ga tau ini blog yang ke berapa, aku cuma berharap ini blog terakhir 😊

0 komentar: