Setelah lama tidak ngetrip bareng dengan Dramah Squad (Bang Ipay, Meta, Bang Diki, Kak Yanti, dan aku), akhirnya minggu kemarin kami memut...

Dramah Pedjalan : Melepas Rindu di Loji Suaka Elang Bogor

Maret 27, 2018 Kalena Efris 1 Comments


Setelah lama tidak ngetrip bareng dengan Dramah Squad (Bang Ipay, Meta, Bang Diki, Kak Yanti, dan aku), akhirnya minggu kemarin kami memutuskan untuk camping di Loji Suaka Elang Bogor Tanggal 30 September – 01 Oktober. Awalnya sudah ada 12 orang yang akan ikut camcer ini. 12 orang cukup untuk 1 angkot dan bisa meminimalisir biaya sharecost.

Minggu, 24 September 2017
Seperti biasa, sebelum trip akan dibuat grup whatsapp untuk mempermudah komunikasi dan mempersiapkan perlengkapan, walaupun hanya sebatas camcer, nyatanya persiapan dan komunikasi tetaplah perlu untuk menghindari miss komunikasi. Di siang yang mendung, Bang Ipay membuat grup whatsapp “CamSYER(Emot gambar burung elang)” dan satu persatu menambahkan anggota ke grup. Nyatanya tidak perlu menunggu lama karena dalam beberapa menit sudah ada 12 orang yang bergabung. Seperti trip-trip biasanya, setelah saling sapa, yang dibahas selanjutnya adalah perlengkapan dan itin.

Jum’at, 29 Oktober 2017
Nyatanya, rencana camcer ber-12 orang hanyalah rencana. 3 orang teman cancel karena alasan yang tidak mungkin ditinggalkan. Total yang ikut sekarang menjadi 9 orang. Kami sudah sepakat untuk meeting point Hari Sabtu jam 2 siang di Stasiun Bogor.
Karena aku tahu bahwa kemungkinan besar akan ngaret, aku menguhubungi sopir angkot yang sudah aku sewa sebelumnya dan menginfokan bahwa kami start jalan jam 2 lewat atau paling lambat jam 3, dan sopir angkotnya menyetujui.

Sabtu, 30 Oktober 2017
Hari ini aku bersemangat karena sudah lumayan lama tidak camping bareng Dramah Squad (hahaha padahal baru bulan lalu ke Merbabu bareng). Karena meponya jam 2 siang, paginya aku menyempatkan diri untuk mengubah formasi kamar kostan, beres-beres, belanja bulanan, dan sekalian memisahkan perlengkapan yang akan di packing.
Jam 10 aku sudah menatap kostan yang apik, dan jam 11 aku sudah selesai packing. Setelah bersiap-siap sebentar, aku dan Windi langsung berjalan ke lokasi mepo. Setelah mampir sebentar ke kantor yang tidak jauh dari kostan untuk mengambil hammock dan lazybag yang paketannya baru tiba tadi pagi, aku dan Windi naik angkot merah S19 ke stasiun Tanjung Barat, kemudian dilanjutkan dengan naik commuterline ke stasiun Bogor. Tepat jam 14.00 WIB kereta tiba di stasiun Bogor. Aku dan Windi langsung ke samping KFC yang berada di seberang stasiun Bogor karena janji dengan angkot disana.
Jam 2 siang sudah ada Farras, Santana, Meta, Kak Yanti, Bang Ipay, Windi, dan aku yang berada di lokasi. Masih kurang 2 lagi, yaitu Bang Rifqi dan Bang Diki. Kami menunggu hingga lewat jam 3, cuaca pun sudah mulai mendung, kami khawatir hujan di perjalanan.
Karena ga enak dengan sopir angkotnya, aku dan Meta pun meminta maaf ke sopir angkot dan berjanji akan menambah biaya keterlambatan. Lewat jam 3 akhirnya bang Rifqi tiba, tetapi Bang Diki masih belum sampai di lokasi, ditambah kami juga kesulitan menghubungi bang Diki.
Setelah diskusi bersama akhirnya kami memutuskan jalan karena waktu sudah semakin sore, ga enak dengan sopir angkot walaupun kami berjanji akan menambah biaya, dan hujan juga sudah makin deras.
Belum lama dari kami jalan, masih di sekitaran Kebun Raya yang di sebelah kanan banyak rusa (ga tau nama daerahnya apa hahaha) Bang Diki menginfokan kalo udah sampai di stasiun Bogor. Akhirnya bang Diki menyusul naik Gojek. Angkot sempat menunggu di pertigaan Gondongan sebelum Rancamaya, tetapi karena angkot tidak boleh berhenti terlalu lama akhirnya angkot jalan lagi dan berhenti didepan rumah kosong yang halamannya lumayan luas. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya Bang Diki sampai. Tidak menunggu lama kami langsung melanjutkan perjalanan.
Jam 7 malam kami tiba di kawasan Camcer. Sambil yang lain menurunkan barang dari angkot, Aku, Meta, dan Bang Ipay menemui abang angkot dan kembali meminta maaf untuk keterlambatan ini. Kami pun memberikan uang lebih sebagai permintaan maaf. Keputusan selanjutnya adalah : jika bapak sopir angkotnya tidak terima, maka dia tidak akan jemput besoknya.
Setelah semua daypack dan carrier diturunkan dan berdoa bersama, kami mulai menyusuri jalan. Jalannya sendiri sudah cukup jelas karena ada papan petunjuk arah. Jika ternyata kamu bingung, kamu cukup bertanya pada orang yang lewat karena warga sini ramah-ramah. Rasanya tidak sampai setengah jam jalan, kami sudah tiba di lokasi camcer. Setelah membayar retribusi Rp.20.000/orang kami mulai mencari lokasi yang kosong dan langsung membongkar carrier.
Bang Ipay, Meta, Windi, dan Kak Yanti langsung berurusan dengan logistik. Bang Diki, Farras, Bang Santana, Bang Rifqi, dan aku langsung memasang tenda, flysheet, hammock, lazybag, dan  terakhir mencari kayu bakar.
Jam 9 kurang semua sudah selesai. Bang Ipay juga sudah selesai memasak dan kami mulai berkumpul untuk makan bersama. Setelah makan bersama, kami bercengkerama hingga larut.
Malam semakin jauh, bulan sudah naik tinggi. Cuaca pun cerah semalaman ini. Rasanya sangat sayang jika kami harus melewatkan malam ini dengan mimpi. Kami melanjutkan bermain UNO dengan ketentuan yang kalah  akan di coret muka menggunakan eyebrow. Kalian tahu? Aku sudah menghabiskan 2 eyebrow dan 2 lipstik untuk permainan-permainan macam ini. Aku yang sebelumnya masih belum ngerti-ngerti juga cara main UNO memutuskan untuk ikut. Yaaaa tentu saja aku ikut karena sangat sayang jika melewatkan quality time bersembilan.
Betapa berisiknya kami malam ini. Tertawa saat satu teman di coret mukanya, bersemangat saat salah satu teman keceplosan menyebut kata “UNO”.
Waktu berjalan sangat cepat, jam 4 pagi kami memutuskan untuk tidur. Ada yang tidur di hammock, di tenda, dan ada yang tidur di depan tenda. Aku sendiri lebih memilih tidur di depan tenda dengan memakai sleeping bag.

Minggu, 01 Oktober 2017
Aku terbangun jam 7 pagi. Teman yang lain sudah mulai beranjak bangun. Aku menikmati pagi ini dari hammock. Teman yang lain pun berlalu dengan kesibukannya. Pagi hingga siang kami habiskan waktu untuk bersantai ria. Ada yang tidur-tiduran di hammock, ada yang foto-foto, ada yang bermalas ria di atas lazybag.
Menjelang siang kami menyempatkan foto-foto bersama dengan tema putih. Setelah itu kami mulai beres-beres. Yang kemarin masak kembali dengan kesibukan masak-memasaknya, sedangkan yang berurusan dengan tenda mulai menyicil membongkar tenda dan packing.
Jam 11.45 WIB kami makan siang, kemudian lanjut packing. Jam 13.30 WIB aku menghubungi sopir angkot dan menginfokan bahwa kami minta di jemput jam 3 sore. Tepat jam 3 sore kami semua tiba dan ternyata sopir angkot sudah standby. Tidak menunggu lama, kami langsung masuk angkot dan angkot langung jalan.
Tujuan kami selanjutnya bukan langsung pulang, tetapi nonton bersama di Bioskop Botani Square Bogor. Jam 16.30 WIB kami tiba di Mall Botani Square. Film yang akan kami tonton adalah “Pengabdi Setan” yang saat ini sedang ramai di perbicangkan. Kami langsung menuju XXI dan membeli 9 tiket. Jam 16.55 WIB kami mulai masuk. Kami meletakkan carrier dan daypack dibawah layer dan lansgung menuju bangku sesuai dengan tiket.
Tidak terasa kami sudah selesai menonton, sekarang sudah jam 7 malam, perut juga sudah lapar. Kami langsung menuju stasiun dengan naik Grab kemudian makan di seberang stasiun. Setelah makan, kami lansgung masuk stasiun menunggu kereta ke Jakarta.

1 komentar:

  1. Keren, habis jalan-jalan bonus nya nonton..
    Ha-ha-ha padat bgt itu itienarary nya

    BalasHapus