Langit sangat terik siang itu. Untung saja jalur dipenuhi oleh pohon pinus yang menjulang tinggi, membuat terik matahari menjadi tidak begi...

Waktu Part 13 : Pendakian

April 10, 2018 Kalena Efris 0 Comments

Langit sangat terik siang itu. Untung saja jalur dipenuhi oleh pohon pinus yang menjulang tinggi, membuat terik matahari menjadi tidak begitu tega menimpa mereka berenam.

"Untung gue pemanasan sebelum naik. Kalo ga, mampus gue!" Jodie membatin. Langkah kakinya pelan, tetapi jauh lebih baik dibanding pendakian sebelumnya yang tanpa olahraga. Di pendakian pertama, Jodie muntah saat baru mendaki selama satu jam. Di pendakian kali ini, Jodie tidak mau hal itu terjadi.

Jalur yang dilewati masih termasuk ringan, jalur jelas dengan lebar 2 meter, juga belum terlalu menanjak. Jodie dan team hanya istirahat untuk mengatur nafas, kemudian melanjutkan perjalanan lagi. 

"Post 1, Guys!!!" Teriak Acen dari atas, suaranya terdengar jelas di telinga Jodie.

Jodie yang saat itu sedang berhenti untuk mengatur nafas kembali bersemangat. Mereka kembali melanjutkan pendakian. Sebenarnya jarak mereka tidak jauh, tidak lebih dari 20 meter. Antara anggota team paling depan dan belakang masih bisa saling melihat, hanya saja karena jalur di gunung yang tidak melulu lurus membuat team terlihat seperti berjauhan.

"Welcome di Pos 1!!!" Acen menyambut teman-temannya.

Jodie mengambil posisi duduk di sebuah pohon mati besar yang berada di sisi jalur.

"Nih!" Mahen mengeluarkan cokelat chocky-chocky kemudian memberikannya ke Jodie.

Jodie yang baru saja mengambil botol minum di samping carrier tertegun, perasaan gugup itu hinggap "Ehh, terima kasih, Hen." Jodie mengambil chocky-chocky tersebut.

Baru saja hati Jodie berbunga-bunga karena Mahen memberi Jodie chocky-chocky, bunganya seolah rontok seketika saat Mahen menawarkan chocky-chocky ke yang lain. Jodie mendengus sebal, sambil menyobek paksa ujung chocky-chocky tersebut menggunakan giginya. 

Jodie berdiri dari duduknya. "Ayo, guys! Kita lanjut!"

"Widih, belum capek, Jod?" Tanya Acen setengah bercanda.

"Belum!" Sahut Jodie ketus.

Kemudian Jodie berjalan paling depan tanpa memperdulikan teamnya di belakang.

Acen langsung berjalan di belakang Jodie. "Jodie belum pernah ke gunung ini, ia tidak tahu jalur." Pikir Acen.

Jadilah Acen dan Jodie, diikuti Gilang dan Jessica, kemudian Mahen dan Agung.


***


"Ambil minyak kayu putih!!!" Pinta Gilang ke Mahen dan Agung seraya memijit-mijit leher Jessica.

Fisik Jessica sudah lemah sejak pertama mendaki. Awalnya ia berjalan paling depan untuk lebih awal tiba, kemudian lebih lama istirahat. Ternyata teknik yang ia gunakan tidak berhasil membuat tubuhnya kuat. Padahal Jessica hanya membawa tas ransel kecil.

Agung menyerahkan minyak kayu putih ke Gilang. "Maaf ya, Jess!" Pamit Gilang, kemudian oleh Gilang minyak kayu putih tersebut diusapkan ke kepala dan leher Jessica.

"Lo abisin ini! Biar fisik lo enakan." Agung memberikan madu sachet ke Jessica. Jessica mengambil madu tersebut kemudian menghabiskannya.

"Lo kenapa, Jess?" Tanya Jodie melihat Jessica yang bersandar di pohon dalam keadaan semrawut. Rambut acak-acakan dan aroma minyak kayu putih yang kuat.

"Gue ga apa-apa." Jawab Jessica seraya tersenyum ke Jodie, kemudian pandangan beralih ke Acen yang berada di belakang Jodie. "Jarak ke tempat camp masih jauh ga, Cen?"

"Ga kok, kalo normal sih sekitar 30 menit lagi kita udah sampe di tempat camp." Jawab Acen jujur. Ia tidak mau membohongi Jessica yang sudah kelelahan tersebut. 

"Atau gimana kalo kita ngecamp disini aja, Guys?" Tanya Acen ke team.

"Ga usah. Gue ga apa-apa kok. Ini juga udah enakan." Jessica langsung menyahut ucapan Acen. "Kita ngecamp di tempat yang udah di tentuin di awal aja!"


***


Fisik Jessica sudah membaik. Tadi selain diberi asupan madu, Jessica juga memakan roti yang diberikan oleh Gilang.

"Ayo, Guys! Sebentar lagi kita tiba di tempat camp." Ucap Acen menyemangati team.

"Jess, lo kalo capek ngomong ya! Jangan sampe lo tau-tau pingsan!" Acen mengajak bercanda Jessica, yang langsung disahut Jessica dengan melempar ranting kecil yang berada tidak jauh dari kakinya. Yang lain tertawa melihat kejahilan Acen.

Mereka berjalan pelan, sesekali istirahat. Setelah 30 menit berjalan, mereka sudah berada di sabana yang luas.

"Kita sudah tiba di tempat camp, Guys!!!" Ujar Acen bersemangat, yang disambut riuh team.

0 komentar: