Fisik Jodie mulai melemah, itu terlihat dari ia yang meminta untuk istirahat berkali-kali. Jalanan menurun tidak membuat Jodie merasa nyama...

Waktu Part 18 : Turun

April 15, 2018 Kalena Efris 0 Comments

Fisik Jodie mulai melemah, itu terlihat dari ia yang meminta untuk istirahat berkali-kali. Jalanan menurun tidak membuat Jodie merasa nyaman, lututnya gemetar. Awalnya ia mengira turun gunung itu mudah, toh tinggal turun. Ternyata ia salah, ia kewalahan.

Jodie tetap kekeuh pada pendiriannya untuk membawa carrier sendiri, jika bahunya mulai terasa panas, maka ia hanya butuh mengistirahatkan bahunya saja. Tidak terasa sedikit-demi sedikit jalan setapak ia lalui. Jalan yang sebelumnya tanah sudah beralih ke jalan beton.

Jodie senang bukan kepalang. Ia seolah menemukan oase di padang tandus. Ia sudah tiba di basecamp. Teamnya sudah sibuk menyelonjorkan kakinya masing-masing. Ia yang baru tiba langung meletakkan carriernya di tempat kosong samping Gilang. Kemudian meluruskan kaki dan  menyandarkan tubuh di carriernya sendiri.

"Gimana?"

"Gimana apanya?" Jodie memalingkan wajahnya sekilas ke arah Gilang, kemudian kembali menghadap ke depan. Ia lelah, ingin tidur sebentar saja.

"Yaaaa... gimana naik turun gunungnya, capek ga?"

"Mmmmmmmm..."

Gilang mendapat jawaban seperti itu langsung menggetok kepala Jodie menggunakan jarinya.

"Ihhhhhh Gilaaanggg!!! Jangan ganggu gueeee... gue capek, pengen tidur!" Jodie yang kepalanya digetok langsung refleks terbangun dan mencubit bahu Gilang.

"Awwww... awww... iyaaa iyaaaa sana tidur!" Jodie melepaskan cubitannya. Gilang meringis kesakitan mengusap-usap bahunya.

"Kapan coba kalian berdua ga berantem?" Acen yang menyaksikan kelakuan kedua temannya tersebut hanya menggeleng-geleng sambil tertawa.

"Ga berantem? Mungkin entar nunggu Jodie udah jadi nenek-nenek dan  udah keriput. Gerak dikit aja udah encok, apalagi buat berantem sama gue hahaha!" Gilang menjawab asal. Ia hanya ingin menggoda Jodie.

Jodie mendengar mereka membicarakannya, tetapi ia hanya diam saja. Sedang malas menanggapi keisengan Gilang. "Awas lo Lang, tunggu aja!" Jodie menggerutu dalam hati. Ia membalikkan tubuhnya, memunggungi Gilang.

0 komentar: