Siang ini Gilang menemani Iqbaal menggambar. pensil warna-warni berantakan di lantai. Sebelumnya Iqbaal menggambar di atas meja. Tetapi bar...

Waktu Part 4 : Jahil

April 01, 2018 Kalena Efris 0 Comments

Siang ini Gilang menemani Iqbaal menggambar. pensil warna-warni berantakan di lantai. Sebelumnya Iqbaal menggambar di atas meja. Tetapi baru 10 menit, Iqbaal sudah pindah ke lantai.

Gilang menonton televisi, memilih untuk membiarkan Iqbaal sibuk dengan buku gambarnya.

Tadi Gilang mau menemani Iqbaal bermain di luar. Tetapi karena di luar hujan, akhirnya Gilang berinisiatif mengajak Iqbaal menggambar saja.

"Bang Gilang, lihat hasil gambar Iqbaal donk!" Iqbaal melihatkan kertas putih bergambar ikan ke Gilang. Kepala ikan berwarna cokelat dengan mata besar, dan sisik-sisik yang besar berwarna kuning.

"Bagus dek. Sekarang Iqbaal gambar pemandangan ya!"

"Siap laksanakan, Bang!" Ucap Iqbaal sambil meletakkan tangan sepertu memberi hormat. Gilang tertawa lepas demi melihat kelakuan adiknya.

Iqbaal kembali disibukkan dengan buku gambarnya.

"Adek menggambar saja yaa, jangan main keluar, masih hujan."

"Iya bang, tapi entar kalo hujan sudah berhenti ajak adek jalan-jalan ya."

"Iyaaaa."

***

"Assalamu'alaikum!"

"Walaikumsalam bundaaa!!" Iqbaal berlari ke arah pintu, menyambut Bunda yang baru pulang kerja.

"Bunda, tadi Iqbaal menggambar loh." Iqbaal membawa buku gambar yang barusan dibuatnya dan memperlihatkannya ke bunda.

"Ini buatan adek?"

Mata Iqbaal berbinar-binar, ia mengangguk.

"Bagus sekali. Sejak kapan adek jago menggambar?"

"Baru tadi, Bun!!!" Gilang teriak dari dalam, lalu tertawa.

"Iihh abaanggg." Iqbaal manyun demi di tertawakan oleh abangnya. Kemudian Iqbaal berlari ke dalam dan mencubit abangnya gemas.

"Aww sakit dek. Sakiittt!!" Gilang meringis kesakitan. Kemudian menyungkur di lantai sambil memegang perut.

Iqbaal panik, lalu menarik-narik lengan Gilang.

"Abanggg!!! Abaaanngggg!!! Abang kenapaa?"

"Bundaaa. Abang kenapa?"

Iqbaal berteriak memanggil-manggil abangnya sambil menangis tersedu-sedu.

Gilang tertawa. Ternyata Gilang hanya berpura-pura sakit.

"Hahahaha. Apa sih dek? Orang abang ga kenapa-kenapa."

Iqbaal memeluk Gilang.

"Abang jangan sakit." Iqbaal mengeratkan pelukan. Iqbaal masih menangis.

"Iqbaal ga mau lihat abang sakit." Iqbaal sesenggukan.

Gilang diam. Terharu pada kata-kata adiknya barusan.

"Iyaa sayang. Abang sehat kok. Abang tadi hanya bercanda ke Iqbaal." Gilang memeluk Iqbaal erat, kemudian membelai rambut Iqbaal dengan penuh kasih sayang.

Bunda yang dari tadi melihat anaknya bercanda hanya tersenyum. Tetapi ada perasaan haru saat kedua anaknya berpelukan dan menangis karena takut kehilangan. Bunda rindu melihat kebersamaan kedua anaknya tersebut. Sudah beberapa bulan terakhir Gilang selalu marah ke adiknya. Namun malam ini, bunda menyaksikan sendiri kakak beradik yang saling menyayangi sedang berpelukan erat.

0 komentar: