Jumat, 10 Mei 2019

Welcome Ramadan, Bye-Bye Sembelit


Kerja duduk mulu itu ada enak ga enaknya. Kalo enaknya ya kerjanya enggak pindah-pindah tempat, enggak lompat-lompat dari kantor cabang satu ke kantor cabang lainnya. Cuma modal duduk di depan layar monitor saja. 

Tapi siapa sangka kalo kebanyakan duduk itu beresiko kena sembelit. Jujur saja awalnya aku enggak tahu sembelit itu apa, sampe akhirnya aku cerita ke temenku kalo aku udah berapa hari ga BAB, terus temenku bilang kalo itu gejala sembelit. 

Sembelit atau konstipasi yaitu suatu kondisi di mana pergerakan usus menurun atau sulit buang air besar untuk waktu yang lama. Orang bisa dikategorikan mengalami sembelit jika buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu

Sebenarnya, sembelit adalah sesuatu yang normal jika hanya sesekali terjadi, dan akan sembuh dengan sendirinya. Biasanya disebabkan karena makanan, stress, atau perbedaan lingkungan. Sembelit kronik juga normal namun juga dapat merupakan tanda dari masalah yang lebih serius. Meski begitu, orang yang berisiko menderita sembelit biasanya adalah lansia, orang gemuk, wanita hamil, dan orang yang banyak duduk lama seperti aku.

Tapi emang dasarnya aku yang batu kalo dikasih tahu gimana cara atasi susah BAB. Walaupun temenku sudah nyaranin ini itu, aku tetap aja cuek dan mikir "ahh paling masalah perut biasa."


Susah BAB saat Puasa

Biasanya aku cuek kalo sembelit, tapi semua berubah saat bulan puasa, dimana peluang terjadinya sembelit dua kali lebih besar daripada diluar bulan puasa.

Ditambah lagi pola makan pas bulan puasa biasanya berantakan banget duhhh. Pas berbuka puasa maunya semua masuk ke perut. Takjil, gorengan, makanan berminyak, makanan berlemak, makanan cepat saji semuanya ditumpuk-tumpuk dalam perut. Kebayangan kan perut udah mirip-mirip bantar gebang wkwkwk. Ga peduli yang dimakan itu berserat atau tidak, tetap aja masuk perut tanpa difilter. Ujung-ujungnya buang air besarnya jadi mampet. Berhari-hari mampet jadinya sembelit.

Ditambah lagi faktor stress duuuhhh, nikah aja belum tapi udah banyak yang difikirin. Sembelit datangnya udah kayak jalan tol, datang tanpa hambatan. Tapi sialnyaaa, feses terhambat keluar dan menumpuk, dimana feses yang menumpuk lama-lama bisa menyebabkan kanker usus. Alamakjang kok ngeri yaaa? Mending jangan biarin numpuk dehh.

Faktor Penyebab Sembelit saat Puasa

Jumat, 03 Mei 2019 aku menghadiri blogger gathering bersama Dulcolax di wilayah Kemang. Gathering kali ini bertema "Puasa Lancar, Perut Nyaman"


Acara tersebut menghadirkan dr Riana Nirmala Wijaya selaku Sanofi Medical Expert, Debi Widianti selaku Senior Brand Manager Dulcolax, dan Nycta Gina selaku selebritis tanah air. Sesuai dengan tema Dulcolax, pada acara ini mereka mengangkat salah satu masalah yang kerap muncul saat bulan puasa, yaitu sembelit.

Dr Riana Nirmala Wijaya mengatakan
"Dalam seminggu, apabila kita BAB (Buang Air Besar) kurang dari 3x (tiga kali) maka dapat dikatakan bahwa mengalami sembelit."

Dr Riana menambahkan bahwa siapapun bisa mengalami sembelit. Namun wanita, lansia, dan orang yang berpuasa lebih rentan mengalami sembelit. Bicara bulan puasa, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan sembelit saat puasa, yaitu :

  1. Berkurangnya asupan serat dalam tubuh
  2. Porsi makan yang berkurang
  3. Metabolisme tubuh berubah
  4. Kurangnya aktivitas saat bulan puasa
  5. Asupan makanan yang tidak teratur
  6. Kurang minum air putih
  7. Stress

Selain puasa, kondisi hamil juga berpengaruh. Seperti yang dialami oleh Nycta Gina ketika sembelit saat hamil.
"Saya sempat degdegan saat ngeden untuk BAB, takutnya malah bayi yang keluar."
 Hahaha duh Kak Nycta Gina ada-ada saja ya.

Tips Mengusir Sembelit saat Puasa

Setelah mendengar penjelasan Dr Riana tentang sembelit dan mendengar pengalaman Nycta Gina tentang tidak nyamannya ketika sembelit datang, aku jadi semakin paham bahwa kesehatan pencernaan itu penting. Dr Riana memberikan beberapa tips supaya terhindar dari sembelit, yaitu :

  1. Mengkonsumsi air putih yang cukup
  2. Olahraga yang cukup
  3. Perbanyak konsumsi makanan berserat
  4. Kurangi stress
  5. Siapkan obat pencahar untuk emergency

Untuk point nomor 5, ibu Deby Widianti menjelaskan bahwa Dulcolax adalah obat untuk membantu kondisi sembelit, terutama ketika bulan puasa.


Dulcolax adalah merek pencahar yang sudah terpercaya selama 60 tahun dan teruji secara klinis. Dulcolax mengandung bahan aktif bisacodyl yang merupakan senyawa organik yang digunakan untuk mengusir sembelit. Ada beberapa varian produk Dulcolax yang bisa dipilih, yaitu berupa tablet, sirup dan suspositoria (bentuk padat yang dimasukkan dari anus).

Produk Dulcolax memiliki waktu kerja yang berbeda seperti tablet yang bekerja dalam 1 malam, dan suspositora yang bekerja dalam 30 menit. Dulcolax sirup direkomendasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.


Oyaa tidak perlu khawatir ketergantungan saat mengkonsumsi Dulcolax. Ibu Debi dan dr Riana menambahkan bahwa belum ada bukti ketergantungan obat dari penelitian yang dilakukan, mengingat Dulcolax hanya bekerja di perut dan saluran pencernaan, tidak masuk ke aliran darah.

Namun jika sembelit berlangsung lebih dari 2 minggu dan tidak kunjung membaik, alangkah baiknya jika langsung berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut supaya sembelit tidak semakin akut. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Kal di @kalenaefris