Minggu, 08 Maret 2020

Guys, siapa disini yang hidupnya dipenuhi segudang cita-cita? Menjadi dokter? Polisi? Atau seperti kids jaman now yang kalo ditanya cita-citanya justru akan jawab "youtuber"? Hihihi semakin meluas aja ya cita-cita anak jaman now, dan sebenernya ga ada yang salah lohh. Justru yang harusnya jadi tanda tanya besar adalah saat orang sama sekali ga punya cita-cita. 

Ngomongin cita-cita, sempat kepikiran ga sih guys sama keluarga ke depannya mau gimana? Apakah cita-cita kita bisa menjembatani harapan kita terhadap keluarga. Kalo aku sih kepengen banget ngajak keluarga ke tanah suci, dan pengen banget mereka ga kerja lagi, karena aku ga tega ngeliat mereka masih harus banting tulang di hari tuanya.


Sebagai anak jujur aja suka kepikiran nanti orangtua aku gimana? Hari tuanya apa akan sehat-sehat terus sehingga bisa merasakan langsung keberhasilan anaknya? Kalo misalnya sakit-sakitan gimana? Apalagi sekarang aja ibu dan ayah udah sering ngeluh sakit. Sebagai anak kok rasanya sedih ya...

Hal inilah yang akhirnya membuat aku mencari tahu tentang asuransi. Inget banget pas pertama-tama kerja aku akhirnya mutusin untuk membuka polis kesehatan di Prudential sebagai bentuk peduli aku terhadap kesehatan. Aku ga mau keluargaku sedih dan pusing dengan pengobatan ketika aku sakit.

Nah beberapa hari yang lalu aku menghadiri event di FX Sudirman dan mendapatkan ilmu baru tentang pentingnya asuransi jiwa, terlebih asuransi jiwa berbasis syariah, asuransi yang menyadarkanku bahwa bentuk cinta itu tidak hanya kita lakukan selagi kita masih hidup, tetapi bisa menjadi bukti peduli dan cinta kita sekalipun kita pergi lebih dahulu meninggalkan orang-orang terkasih. 

Seperti biasa, ilmu-ilmu yang aku dapatkan bakal kurang afdol kalo misalnya aku telan sendirian, jadi aku akan ulas di blog kali ini. Mengingat saat ini kesadaran masyarakat mengenai perlindungan jiwa masih rendah. Terbukti dengan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menunjukkan bahwa pada 2019, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia baru mencapai 1,2% dibandingkan dengan total Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggal dari negara-negara lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2%), dan Tiongkok (2,8%).



PRUCinta, Asuransi Jiwa Berbasis Syariah by Prudential

Jadi guys, dilandasi oleh kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka, pada 03 Maret 2020 Prudential meluncurkan Asuransi Syariah PRUCinta. PRUCinta inu membawa sejumlah keunggulan seperti santunan meninggal yang lebih optimal, kehadiran PRUCinta menegaskan komitmen kuat Prudential Indonesia selama hampir 25 tahun dalam mendengarkan, memahami dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat Indonesia, baik yang berbasis konvensional maupun syariah. 

Mengikuti tren permintaan atas produk keuangan berbasis syariah yang terus meningkat, Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan berbasis syariah untuk semua (sharia for all) dengan menghadirkan Asuransi Syariah PRUCinta. Solusi terbaru ini adalah bentuk warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang dapat hidup selamanya. 


Pentingnya Membuka Polis Asuransi Syariah PRUCinta

Menurut OJK, masyarakat Indonesia yang memiliki tujuan keuangan fokus semata-mata untuk memenuhi kebutuhan harian mereka, dan hanya 1,5% yang mempersiapkan dana darurat. Tentunya hal ini sangat berisiko untuk keberlangsungan keluarga. Karena jika terjadi sesuatu yang mendesak, seperti musibah kehilangan sumber pendapatan utama, maka jangka waktu ketahanan keuangan mereka relatif lemah. Hampir tiga dari empat orang (72,1%) mengakui hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan, bahkan sebagian diantaranya tidak lebih dari satu bulan. 

Seperti yang udah aku bilang tadi tentang kesadaran masyarakat yang rendah. PRUCinta lahir di tengah minimnya pemahaman pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya pada produk-produk asuransi syariah. Faktanya, indeks literasi asuransi syariah hanya 2,51% dan inklusi asuransi hanya 1,92%. Selain itu, berdasarkan data AAJI kuartak tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta asuransi jiwa individu, namun hanya 1,3 juta orang yang memiliki polis syariah. Padahal asuransi jiwa merupakan instrumen investasi penting ubtuk mengantisipasi risiko meninggalnya sumber pendapatan utama keluarga yang dapat terjadi kapan saja serta dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga.

Berbagai pakar finansial menyarankan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini harus dengan mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama satu tahun.

Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta memberikan manfaat sebagai berikut :
  1. Manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun.
  2. Manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.
  3. Manfaat 3x santunan asuransi meninggal akibat kecelakaan dan 4x santunan asuransi meninggal dari Dana Tabarru dalam periode enam minggu sejak tanggal 1 Ramadhan yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai ketentuan polis. 


Cinta Hidup Selamanya, Kita Tidak

Pastinya kita memiliki orang-orang yang sangat kita sayangi. Kita akan melakukan segala cara demi membuat orang-orang yang kita sayangi hidup bahagia, termasuk di bidang finansialnya. Tapi apakah terfikir oleh kita, bagaimana jika kita terlebih dulu meninggalkan mereka untuk selama-lamanya? Terlebih jika kita selama ini menjadintulang punggung keluarga. Bagaimana kehidupan mereka setelah kepergian kita. 

Itulah pentingnya untuk mempersiapkan secara maksimal demi kesejahteraan hidup orang-orang terkasih. PRUCinta bisa menjadi salah satu media atas perasaan cinta kita kepada mereka dengan memberikan perlindungan yang besar dan nyata. 


Minggu, 01 Maret 2020

Siapa yang kalo musim hujan mutusin untuk enggak ke gunung karena ga mau kena badai hujan di gunung yang semakin besar berpeluang terkena hypotermia? Atau males sama jalurnya yang becek dan licin? Hahaha kalo aku sih dua-duanya. Aku kalo abis hujan-hujanan di gunung dimana pakaian basah kering di badan, besok-besoknya badan langsung demam. Udah lemah banget aku tuh sekarang, udah gampang sakit, intinya udah ga sekuat dulu huhuhu.

Jangankan di gunung yang emang fisik akan diporsir lebih keras dari biasanya, di kota aja kalo kena ujan bakal langsung gejala demam. Hemmm padahal kalo diinget-inget beberapa tahun belakang fisik enggak selemah ini. Dulu mah mau kena hujan-panas-hujan-panas badan tetap fit-fit aja. Sekarang mah boro-borooo. Makin bertambah tua kali yaaa hahaha.

Btw sekarang aliran (jiah aliran :v) udah mulai bergeser sih emang. Kalo dulu seneng main di jalan, sekarang udah males panas-panasan. Dulu ke gunung sebulan 4 kali, sekarang 2 bulan sekali naik gunung aja udah syukur. Dulu seneng ngumpul sama temen-temen sampe malam, sekarang udah males keluar rumah kalo ga ada perlunya.

Bukan hanya tentang hobi dan rutinitas yang beralih, tapi hal-hal yang berbau kesehatan juga. Kalo dulu biasanya konsultasi kesehatan mesti langsung datang ke rumah sakit, sekarang cukup pake aplikasi Pulse aja. Pokoknya ada gejala sakit dikit aja aku langsung cek di Pulse.


Pulse Itu Apa? 

Buat yang penasaran kok aku dikit-dikit ngandalin Pulse, dikit-dikit buka Pulse, aku kasih tau deh ke kamu sebenernya Pulse itu aplikasi apa.

Jadiii, Pulse itu aplikasi besutan Prudential yang menawarkan pengelolaan kesehatan holistik kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan di mana saja, seraya meningkatkan kualitas hidup.

Platform ini merupakan platform terpadu pertama dari jenisnya di Asia, yang fokus awalnya adalah pada layanan kesehatan, termasuk juga layanan kesehatan di Indonesia. Pulse melengkapi program pemerintah Indonesia dalam hal memperluas akses ke layanan kesehatan yang terjangkau, serta meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pola hidup sehat.

Aku suka banget ngandalin Pulse karena aplikasi ini membantu aku banget untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan lebih baik. Pulse menempatkan manajemen kesehatan yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) serta informasi real-time di tangan penggunanya.

"Seiring perjalanan kami sepanjang 25 tahun di Indonesia, kami senantiasa mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah, seraya mewujudkan janji kami untuk membantu mereka bertumbuh di dalam kehidupan. Sebagai bagian dari fokus “We Do Technology” Pulse memperkuat komitmen jangka panjang kami untuk membantu masyarakat Indonesia memenuhi kebutuhan hidupnya yang terus berkembang di era digital dan serba terhubung ini." Ujar President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch.

Kemudian beliau melanjutkan "Pulse adalah wujud komitmen untuk berfokus pada nasabah, guna menyediakan layanan dengan pengalaman yang lebih baik dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan para nasabah kami."


Selain itu, Ibu dr. Dian Budiani, selaku Chief Operations Officer, Prudential Indonesia juga mengatakan “Pulse memungkinkan kami untuk memberikan informasi kesehatan terkini serta solusi perlindungan kesehatan, sambil mengembangkan peran aktif kami sebagai mitra masyarakat untuk membantu mereka mencapai kualitas kesehatan yang lebih baik secara menyeluruh. Pulse akan terus dikembangkan untuk memberikan layanan yang lebih inovatif serta disesuaikan dengan perubahan kebutuhan masyarakat Indonesia”.

Kenapa Harus Pulse?

Pasti kalian bertanya-tanya dari sekian banyak aplikasi kesehatan, kenapa aku mutusin menggunakan aplikasi Pulse? Jadi ini karena ada beberapa keunggulan yang cocok banget sama kebutuhan aku dan aku suka banget.

1. Healthy Check
Di fitur yang didukung oleh Babylon ini kita bisa mendapatkan tips kesehatan dengan melakukan cek kesehatan. Nantinya kita akan diberikan beberapa pertanyaan seputar kesehata  kita, dimana bisa menilai status kesehatan kita, baik itu gaya hidup, kesehatan mental, kesehatan organ, dan resiko penyakit di masa depan.

2. Periksa Gejala Penyakit
Fitur ini juga didukung oleh Babylon, dimana fitur ini memiliki layanan berbasis obrolan/chat yang menganalisis input awal pengguna dan menanyakan beberapa pertanyaan kepada pengguna, sehingga pengguna dapat memahami gejala penyakit.

Layanan ini juga akan memandu pengguna menuju pelayanan kesehatan yang sesuai, berdasarkan gejala penyakitnya dan menawarkan informasi lebih lanjut tentang penyebabnya.

3. Bicara dengan Dokter
Berbeda dengan fitur di point 1 dan 2, fitur bicara dengan dokter ini didukung oleh Halodoc. Pada fitur ini kita bisa langsung berkonsultasi dengan dokter umum maupun dokter spesialis sesuai dengan pilihan mereka.

Yang aku suka banget dari fitur ini adalah adanya layanan konsultasi kesehatan melalui chat dan video call dengan dokternya. Enaknya lagi fitur ini menggratiskan layanan konsultasi dengan dokternya. Keren banget kannn? FYI ini juga salah satu alasan kuat aku sampe akhirnya menjadikan aplikasi Pulse ini sebagai aplikasi kesehatan favorit.

4. Riwayat Konsultasi
Fitur Riwayat Konsultasi ini juga didukung oleh Halodoc, dimana di fitur ini kita bisa mengakses fitur ini untuk menemukan riwayat konsultasi yang merupakan hasil dari percakapan dengan dokter di aplikasi Pulse. Kita juga bisa menemukan dokumen pendukung seperti: catatan dokter, rekomendasi obat, dan rujukan dokter.

Oiya di fitur ini juga ada layanan PRUServices untuk pengguna  Pulse yang juga merupakan pemegang polis asuransi Prudential. Wagilasih Prudential keren bangettt.



So itu dia 4 fitur dari Pulse yang aku suka banget. Sebelum masuk ke Indonesia, Pulse ini pertama kali diluncurkan di Malaysia pada Agustus 2019 dan akan diluncurkan di Indonesia pada Maret 2020 ini.

Oiya walaupun Pulse ini besutan dari Prudential, pengguna polis selain Prudential juga bisa menggunakan aplikasi Pulse kokk. Jadi kalian ga usah ragu. Yuk #SehatBarengPulse dengan mendownload aplikasi Pulse by Prudential ini disini.

By the way untuk  yang udah cobain aplikasi Pulse ini ditunggu sharingnya yaaa 😊

Kamis, 02 Januari 2020

Di sela-sela kesibukan, liburan dengan city tour, camping, atau mendaki gunung adalah metode refreshing yang biasa aku lakukan. Jika cuaca sedang musim hujan aku biasanya lebih suka city tour atau camping di camp ground yang ada di sekitaran Bogor. Tetapi jika cuaca sedang bagus, aku memilih mendaki gunung bersama teman-temanku.

Saat liburan, aku lebih suka membawa carrier dibanding tas jinjing atau koper karena lebih ringkas, semua perlengkapan ada di dalam 1 tas besar. Tetapi memang ada kekhawatiran terhadap beban yang berat tersebut, apakah berbahaya untuk punggungku dan mempengaruhi struktur tulang belakangku nantinya atau tidak.


Nah senangnya beberapa hari yang lalu aku menghadiri Gathering Blogger & Vlogger yang membahas tentang Nyeri Tulang Belakang di RS Premier Jatinegara. Acara ini diisi oleh dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS (K) selaku dokter ahli bedah saraf yang berpraktek di RS Premier Jatinegara, setiap hari Senin, Rabu & Sabtu Pukul 15.00 WIB.

Struktur Tulang Belakang dan Penyebab Nyeri Tulang Belakang

Pada gathering ini, dokter Wismaji menyampaikan bahwa tulang belakang kita memiliki 33 ruas mulai dari leher hingga tulang ekor yang ditopang oleh ligamen dan otot.

Bentuknya seperti susunan cincin yang didalamnya terdapat sel saraf. Pada cincin tersebut terdapat bantalan yang memiliki kelenturan saat bergerak, dimana bantalan tersebut mudah rusak jika kita tidak menjaganya dengan baik, selain itu juga dapat mengalami nyeri tulang belakang mau pun saraf kejepit. Selain sebagai penopang tubuh, tulang belakang juga melindungi sel saraf dan sumsum tulang belakang.

Tulang belakang tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1. Tulang leher 7 ruas
2. Tulang punggung atas 12 ruas
3. Tulang punggung bawah 5 ruas
4. Tulang punggung diantara pinggul 5 ruas
5. Tulang ekor 4 ruas.

Nyeri tulang belakang bukanlah penyakit aneh atau penyakit yang harang terjadi. Nyeri tulang belakang ini banyak dialami oleh siapa saja, dan penyebabnya pun beragam. Karena tulang belakang memiliki fungsi yang banyak dalam gerakan tubuh, sehingga memiliki risiko cedera paling banyak.

Kerusakan pada tulang belakang biasanya terjadi karena ada tarikan, membawa beban, shock, posisi tubuh tidak tepat dll yang bisa menyebabkan nyeri tulang belakang. Selain itu, orang yang berusia lanjut juga lebih rentan memiliki resiko nyeri tulang belakang.

Nyeri tulang belakang bisa disebabkan oleh hal-hal berikut :
1. Posisi tubuh yang kurang benar
2. Tarikan otot
3. Gerakan yg dilakukan secara tiba-tiba
4. Kerusakan pada bantalan
5. Mengangkat beban berat tanpa adanya latihan
6. Olahraga tanpa pemanasan


"Sebenarnya nyeri tulang belakang bisa diatasi melalui program fisioterapi, obat-obatan (painkillers NSAID, Codeine), injeksi dibagian yang sakit hingga olahraga teratur. Berenang pun bisa menjadi pilihan karena mampu menjaga otot punggung". ujar dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS (K) 

Kemudian beliau juga menambahkan "Namun alangkah baiknya jika nyeri tulang belakang bisa dicegah dengan menjaga kesehatan tubuh dengan cara menjaga postur dan mengusahakan beban tulang belakang tidak terlalu berat. Selain itu menjaga berat badan ideal dengan cara mengatur pola makan dan olahraga yang teratur, kemudian tidak melakukan gerakan-gerakan aneh yang bisa mencederai tulang belakang."

Pengobatan Nyeri Tulang Belakang

Nyeri tulang belakang sebenarnya bukan hal asing lagi, tetapi jika tidak diobati dengan benar, ini akan menjadi masalah besar di kemudian hari.

Dr. Wismaji menyampaikan jika beberapa nyeri tulang belakang memang bisa obati melalui jalur alternatif, namun itu hanya mengatasi pada otot yang cedera. Jika nyeri tulang belakang masih dalam skala 1-3 atau masih dapat ditahan, di obati secara alternatif atau di pijat, namun jika nyeri sudah pada tahap skala 4 keatas atau nyeri yang sudah tidak tertahankan, disarankan untuk segera berobat ke dokter ahlinya untuk menghindari resiko lebih parah. Karena jika telat dalam penanganan, akan berpengaruh ke bagian tubuh yang lain seperti mengalami gangguan liver, sakit kandung kemih dan hingga infeksi serta pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Ngomongin tentang carrier atau tas punggung yang sering saya pakai ketika travelling, tas punggung bisa menyebabkan nyeri tulang belakang. Namun perlu dicatat juga, tas punggung jauh lebih baik daripada tas cangklong karena tas cangklong hanya membebani separuh tubuh. Dimana jika ini dilakukan terus menerus bisa menimbulkan skoliosis, yaitu tulang belakang melengkung berbentuk seperti S. Tekanan ini juga bisa menyebabkan nyeri kronis di leher, bahu, punggung bahkan sakit kepala.

Obati Nyeri Tulang Belakang Melalui RS Premier Jatinegara

Nah itulah gambaran tentang nyeri tulang belakang berdasarkan penjabaran dari dr. Wismaji Sadewo, Sp. BS (K) selaku dokter ahli bedah saraf. Jika nyeri pada tulang belakang mengalami gejala-gejala yang kurang nyaman dan terjadi terus-menerus, saya sarankan untuk segera berobat ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang tepat.

Saya sendiri merekomendasikan RS Premier Jatinegara untuk tempat berobat karena sebagai bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care, RS Premier Jatinegara senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan disemua bidang secara berkesinambungan. Provision dari mutu layanan kesehatan yang dijalankan oleh RS Premier Jatinegara tidak terbatas pada tenaga medis tetapi pada seluruh lini layanan kesehatan dan  pada seluruh lingkungan rumah sakit.

Selain pelayanan medis dasar, setiap rumah sakit di RS Premier Jatinegara memiliki beberapa layanan unggulan yang secara khusus ditangani oleh spesialis ahli dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan. 

Layanan Unggulan RS Premier Jatinegara yaitu Neuro and Neuro Surgery, Cardiac and Cardiac Surgery, dan Digestive & Gastroenterology  Urology 

RS Premier Jatinegara memiliki pelayanan 24 jam mulai dari ambulance, Unit Gawat Darurat, laboratorium & bank darah, farmasi, radiologi, MSCT Scan, MRI 1.5 Tesla, hemodialisa, dan Kateterisasi Jantung / Primary PCI

Untuk yang ingin melakukan pendaftaran rawat jalan di RS Premier Jatinegara bisa melalui website di www.ramsaysimedarby.co.id / SMS Pendaftaran 08129777666 / WA 0811 1637 666


Lokasi RS Premier Jatinegara :
Jl. Raya Jatinegara Timur no.85-87 Jakarta 13310 - Indonesia.
Call centre : 1500 908
IGD & Ambulance Direct Line : 1500 907



Follow Kal di @kalenaefris