Selasa, 31 Mei 2022

Untuk aku yang hobinya emang jalan-jalan, memilih bahan pakaian yang akan digunakan itu penting banget. Pakaian saat ke kantor, di rumah, dan traveling udah pasti ikut menyesuaikan. Kalo lagi traveling biasanya aku lebih selektif lagi milih outfit yang akan dibawa. Gak hanya mikirin estetika biar tetap caem di foto, tapi juga bahannya harus yang nyaman dan bisa menyerap keringat.


Pakaian yang belakangan lagi hype dan aku suka yaitu pakaian berbahan rayon viscose. Selain nyaman dipakai, bahan ini juga lebih ramah lingkungan. Beberapa tahun terakhir ini sudah semakin banyak brand yang menyediakan koleksi fashion yang berkelanjutan atau sustainable fashion seperti bahan viscose.



Ngomongin tentang ini, kamu pernah gak sih kepikiran gimana yaa prosesnya sampe produk tersebut jadi bahan yang nyaman untuk kita pake sehari-hari? Kalo kamu pernah kepikiran kayak gitu berarti kamu ada di blog yang tepat, karena aku mau ajak kamu jalan-jalan ke Pangkalan Kerinci di Riau sekaligus mengintip pabrik pembuatan bahan viscose. Enggak hanya pembuatan bahan rayon viscose, tapi ada pabrik pembuatan kertas juga disana.


Pangkalan Kerinci RAPP

Beberapa waktu yang lalu aku dan beberapa teman blogger berkesempatan jalan-jalan ke Pangkalan Kerinci Riau sekaligus melihat langsung proses pembuatan kertas dan bahan viscose. Pangkalan Kerinci merupakan sebuah desa kecil yang sekarang berubah menjadi ibukota Kabupaten Pelalawan dengan lebih dari 100.000 penduduk.


Saat tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, aku langsung diajak ke Pangkalan Kerinci RAPP (PT Riau Andalan Pulp and Paper). PT RAPP merupakan bagian dari grup APRIL. RAPP menghasilkan produk pulp dan kertas ramah lingkungan yang telah dipasarkan di 70 negara dengan merk “PaperOne”. Udah gak asing kan dengan merk satu ini? Baru-baru ini, APRIL juga mampu menghasilkan Dissolving Pulp sebagai sumber bahan baku tekstil terbarukan yakni serat rayon yang dikenal sebagai salah satu bahan baku utama dalam mendukung industri fashion yang berkelanjutan.


Sesuai dengan apa yang sudah aku tulis di atas, disinilah kita akan melihat bagaimana proses pembuatan kertas dan rayon viscose tersebut. Saat tiba di Pangkalan Kerinci, kami melakukan cek kesehatan terlebih dahulu dan istirahat sebentar di Hotel Unigraha. Btw Hotel Unigraha ini merupakan satu-satunya hotel bintang 3 di Pangkalan Kerinci dan yang boleh menginap disini hanya tamu dan karyawan APRIL saja. Setelah itu kami aku dan teman blogger menuju ke RGE (Royal Golden Eagle) Technologi Center.


Royal Golden Eagle (RGE)

Royal Golden Eagle (RGE) merupakan induk perusahan APRIL yang mengelola kelompok perusahaan kelas dunia dalam industri manufaktur berbasis sumber daya alam. Pas masuk kesini aku langsung amaze karena konsep digitalnya udah keren banget. Aku sempat tanda tangan digital gituu, daannn tanda tangan yang aku bikin langsung nongol di layar gede di depan.



Ternyata itu hanya pembuka doank, karena setelahnya kami diajak mengelilingi ruangan demi ruangan RGE dan melihat kota Pangkalan Kerinci RAPP dalam bentuk diorama. Oiya sebelum RGE ini ada di Pangkalan Kerinci, RGE justru memulai usaha ini di Besitang, Sumatera Utara. Karena perkembangan usahanya tumbuh pesat, akhirnya memutuskan untuk pindah ke Pangkalan Kerinci dan melakukan ekspansi serta menjual produk ke 70 negara.


Di RGE ini kami dikasih liat produk apa saja yang di produksi oleh APRIL mulai dari kertas, tissue, paper bag, hingga majalah dengan kualitas terbaik.


Kerinci Tissue Culture (KTC) Laboratory 

Setelah mengelilingi RGE, kami diajak ke KTC Laboratory untuk melihat proses pembibitan tanaman Akasia dan Eucalyptus. KTC Laboratory adalah tempat pembibitan yang berperan untuk mengkloning dan memperbanyak bibit genetik kualitas tinggi.


Pas masuk ke gedung ini aku amaze dan gak nyangka kalo di Pangkalan Kerinci ada lab yang modern seperti ini. RAPP menggunakan teknologi yang canggih termasuk dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) mulai dari riset, pengembangbiakan bibit secara massal di area pembibitan (nursery) hingga menghasilkan produk pulp dan kertas yang berkualitas dan berkelanjutan.


Selain modern, KTC Laboratory juga bisa mengidentifikasi hama dan penyakit yang berpengaruh terhadap pembibitan dan perkebunan. Berkat kemajuan riset dan pengembangan, setiap bibit pohon yang dikembangkan dan ditanam mampu menghasilkan pulp berkualitas tinggi dengan sifat yang lebih baik. Tak hanya itu, prosesnya mengonsumsi lebih sedikit energi dan lebih tahan terhadap ancaman hama penyakit.



Kerinci Central Nursery (KCN)

Setelah melihat bibit yang masih kecil-keciiilll banget di KTC Laboratory, kami pindah ke KCN untuk melihat persemaian bibit Acasia dan Eucalyptus. Pertama kali melihat tempat ini whaaaa, aku langsung suka sama tempatnya. Ijo-ijo seger dan tertata rapiiii banget.


Terus penyiraman tanamannya juga dilakukan secara berkala dan otomatis. Ada moment pas kami lagi foto-foto terus airnya tiba-tiba nyiram otomatis dari misting sprayer yang ada di atas kami. Gak bikin basah kuyup sih, cuma agak lepek aja hahaha. Selain penyiraman yang dilakukan secara otomatis, atapnya juga bisa buka tutup secara otomatis lohhh! Jadi atapnya akan membuka dan menutup secara otomatis sesuai kondisi suhu disana. Tujuannya biar suhu tetap stabil, sehingga hasilnya bisa berkualitas.


Kerinci Central Nursery mampu menanam hingga 200 juta bibit setiap tahun, dengan siklus panen Acasia seminggu sekali, sedangkan Eucalyptus yaitu 5 hari sekali. Iklim tropis di negara kita sangat menguntungkan, karena bisa merawat Acasia dan Eucalyptus dalam 5 tahun saja. Berbanding jauh dengan negara-negara yang beriklim sub-tropis. Mereka membutuhkan waktu sekitar 25-40 tahun untuk satu kali periode panen. Bahkan dengan tinggi batang yang sama (20-24 meter) dan diameter 20-25 meter, Negara Rusia membutuhkan waktu hingga 120 tahun untuk satu kali periode panen.


Ini juga yang menjadikan alasan mengapa APRIL memproduksi pulp dan kertas. Negara kita memiliki kriteria yang sangat ideal untuk menanam pohon. Tapi perlu diketahui juga, APRIL Group punya prinsip menggunakan sistem panen secara mekanikal dimana setiap 1 hektar lahan yang dikelola, artinya mereka akan mengelola 1 hektar lahan lainnya untuk restorasi. Selain itu, untuk mendukung gerakan sustainable, proses penyiraman di Kerinci Central Nursery pun menggunakan air olahan dari Sungai Kampar.



Dari Kayu Menjadi Kertas dan Bahan Rayon Viscose

Guys, kalian pernah tahu atau justru menggunakan kertas merk PaperOne? Aku inget banget di masa kuliah selalu pake kertas PaperOne karena kualitas kertasnya yang emang lebih bagus dibanding kertas merk lain. Duhhh jadi mengenang masa kuliah hahaha. Jadii PaperOne merupakan salah satu produknya APRIL Group yang sejak 1998 telah berkembang menjadi produk kertas pilihan dan salah satu pemimpin merek kertas di Asia loh. Bahkan produk PaperOne bersertifikat PEFC, yang membuktikan bahwa bahan bakunya berasal dari sumber yang legal, dapat dilacak, dan ramah terhadap lingkungan.



Setelah melihat bagaimana proses pembibitan Acasia dan Eucalyptus, di hari berikutnya kami melihat proses bagaimana kayu diolah menjadi pulp dan bahan rayon viscose. Nah disini kami  diajak ke pabrik pembuatan kertas PaperOne hingga siap jual. Namun sebelum memasuki area pabrik, kami diwajibkan menggunakan ear plug dan sepatu safety khusus demi keselamatan dan keamanan kami selama di dalam pabrik. Kami juga dilarang untuk menyentuh mesin dan tetap aware terhadap sekitar selama mengelilingi pabrik.


Proses pembuatan kertas ini yaitu kayu-kayu dipotong menjadi wood chips, lalu dicacah menjadi pulp. Pulp kemudian dicampur air dan fiber supaya menjadi cair dan bisa dibentuk, lalu divacum untuk memisahkan air hingga bentuk kertas mulai terlihat.


Setelah itu dilakukan pressing sampai air di kertas benar-benar gak ada lagi, lalu masuk ke pengeringan dan digulung. Dari gulungan besar inilah nantinya dipotong menjadi berbagai ukuran kertas seperti yang biasa kita temui di pasaran. Proses pembuatan kertas ini menggunakan mesin yang canggih, terstandarisasi, dan efisien.



Dari pabrik kertas, kami juga melihat proses pengolahan pulp menjadi rayon viscose. Kegiatan pengolahan ini dilakukan oleh Single Machine yang terletak di Pabrik Asia Pacific Rayon (APR) selama 24 jam Nonstop. Nah mesin-mesin ini yang akan mengolah pulp basah menjadi viscose dengan grade excellent.


Mesin-Mesin dikontrol dan dipantau secara langsung melalui ruang control room. Mesin-mesin ini dapat menghasilkan Viscose dengan Grade Excellent. Pabrik rayon viscose milik APR ini berkapasitas 240.000 dan merupakan salah satu pabrik terbaru dengan desain terbaik di dunia.



Oiya viscose dari APR ini juga sudah diekspor hingga keluar negeri dan digunakan oleh brand-brand besar seperti uniqlo loh! Selain nyaman digunakan, viscose juga ramah lingkungan. Bahan viscose termasuk ke dalam sustainable fashion karena terbuat dari serat kayu dan dapat didaur ulang kembali. Bahan ini akan melebur dengan tanah selama kurang lebih 2 - 6 bulan. Keren bangett!!



Program Pemberdayaan Masyarakat By APRIL

Pernah mendengar berita tentang pembakaran hutan di Riau? Nah untuk mengurangi kasus pembakaran hutan di Riau, PT RAPP meluncurkan program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) di Kabupaten Pelalawan. Program ini merupakan inovasi holistik APRIL Group sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus edukasi dan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19 ini. Sebanyak 17 desa dari Kabupaten Pelalawan dan Siak yang  turut andil dan berkomitmen untuk menjaga wilayahnya dari karhutla.


Btw Program Desa Bebas Api ini merupakan salah satu dari beberapa program pemberdayaan masyarakat yang dibuat oleh PT RAPP. ini sesuai  dengan visi APRIL Group menjadi salah satu perusahaan berbasis sumber daya berkelanjutan terbesar dan terbaik, menciptakan nilai bagi masyarakat, negara, iklim, pelanggan, dan perusahaan, APRIL Group menyediakan program pemberdayaan masyarakat di Pelalawan.


Program pemberdayaan masyarakat di Pelalawan meliputi Education, Empowerment, dan Enhancement. Program education berupa school improvement, vokasi, dan beasiswa. Program Empowerment berupa agribisnis berkelanjutan dan pengembangan UMKM. Lalu program Enhancement berupa kesehatan dan sosial budaya & infrastruktur.



Keren banget yaaa! Enggak hanya memproduksi kertas dan rayon dengan tetap mengedepankan sustainable dan industri fashion yang berkelanjutan, APRIL Group juga melakukan program pemberdayaan masyarakat untuk pengembangan masyarakat di sekitar Pangkalan Kerinci.


Kamis, 19 Mei 2022

Hwaaaaa gak pernah terfikirkan sebelumnya kalau aku akan jadi seorang freelance seperti sekarang. Mengingat pertama kali memutuskan merantau ke Jakarta di Tahun 2014, aku selalu membayangkan untuk bekerja di perusahaan dan mendapatkan gaji tetap dari sana.


Sempat bekerja di salah satu perusahaan besar yang bergerak pada pembiayaan mobil dan alat berat terbesar di Indonesia selama 5 tahun (resign di Mei 2019), dan udah mulai mengambil job-job freelance sejak Mei 2018. Berawal dari itu malah nyaman dengan pekerjaan freelance hingga sekarang.


Apalagi untuk aku yang suka traveling, sumpah yaaaa traveling di weekday itu enak bangettttt dimana itu susah banget didapatkan saat masih menjadi karyawan korporat karena liburnya hanya bisa di Sabtu & Minggu!!!! Sepi, minim antrian dan suasana alamnya saat weekday cenderung lebih tenang dibandingkan kalo berlibur saat weekend.



Banyak yang bilang kalo anak muda itu identik dengan jiwa yang bebas dan gak mau terkekang (Aku mendadak merasa muda ihiwww). Seiring dengan semakin kreatifnya jiwa-jiwa bebas anak muda ditambah dengan pandemi yang membuat banyak perusahaan mengubah metode kerja yang awalnya WFO (Work From Office) menjadi WFH (Work From Home), akhir-akhir ini freelance jadi semakin banyak peminatnya.


Pandangan ini gak bisa disamaratakan yaa! Ada yang memutuskan untuk menjadi seorang freelance karena terpaksa oleh kondisi, namun ada juga yang menganggap freelance itu sebagai pilihan kerja terbaik karena waktu kerja yang lebih fleksibel dan bisa dikerjakan dari mana saja. Apalagi untuk pekerjaan yang sesuai dengan minat atau hobi. Duhhh ini sih jadi hobi yang dibayar namanya.


Mengatur Keuangan Seorang Freelancer

Sebagai seorang freelance content creator, aku setuju banget dengan istilah "hobi yang dibayar". Senang banget karena bisa bekerjasama dengan berbagai pihak, diajak jalan-jalan gratis dan dibayar!


Namun se enak-enaknya menjadi freelance, pasti ada hal yang selalu bikin degdegan, yaitu pemasukan yang tidak stabil setiap bulannya.


Untuk freelancer yang kebetulan membaca postingan ini kamu berada di blog yang tepattt karena aku mau share beberapa tips mengatur pendapatan yang juga berlaku bagi freelancer supaya bisa hidup dengan nyaman dan tenang, yaitu :


1. Membuat rencana pengeluaran setiap bulan

Pendapatan seorang freelancer setiap bulannya cenderung tidak stabil. Bulan ini bisa jadi lebih besar, bulan depan bisa jadi sebaliknya. Makanya penting banget adanya perencanaan pengeluaran setiap bulannya supaya gak maen tarik-tarik duit aja. Adanya rencana pengeluaran setiap bulan juga membuat kita menjadi lebih bijaksana saat akan mengeluarkan uang.


2. Membayar seluruh tagihan lebih dulu

Pada rencana pengeluaran yang dibuat, freelance harus memprioritaskan untuk membayar tagihan yang dimiliki, jangan sampai terlewat dari tanggal yang ditentukan karena dendanya akan membuat pengeluaranmu menjadi lebih banyak.


3. Berpikir dua kali sebelum berbelanja

Hadirnya aplikasi belanja online seringkali membuat kita makin sering berbelanja. Walaupun harganya enggak seberapa, apalagi banyak banget promo-promo yang menggoda kantong kadang bikin tangan suka gatel untuk beli. Kebiasaan ini kalo enggak dikontrol, lama-kelamaan jumlahnya akan menguras kantong.


Kita tetap boleh kok belanja dan lebih bagus lagi kalo bisa mendapatkan harga promo, tapi jangan sampai kalap yaa! Tetap belanja sesuai kebutuhan bulanan supaya terhindar dari pembelian implusif.


4. Membuat budget mingguan

Kalau kita enggak bisa membuat budget bulanan, kita tetap bisa membuat budget untuk digunakan per minggu. Setelah tagihan dan kebutuhan bulanan terpenuhi, bagi sisa uang menjadi empat. Hasilnya adalah jumlah uang yang dapat kita gunakan setiap minggunya.


5. Memiliki Dana Darurat dan Asuransi

Jumlah pendapatan yang enggak menentu setiap bulannya, membuat freelance gak bisa mengabaikan dana darurat dan asuransi. Freelance memiliki resiko keuangan yang riskan, apalagi jika tidak bisa mengelolanya dengan tepat.


Seorang konsultan keuangan ternama negeri ini, Prita Ghozie menganjurkan agar seorang freelancer memiliki dana darurat sebesar 10 kali dari jumlah pengeluaran tiap bulannya. Hal ini dibutuhkan untuk mengatasi ketidakpastian pendapatan yang diterima oleh seorang freelancer.


Selain memiliki dana darurat, seorang freelance juga harus memiliki jaminan kesehatan karena kita gak tahu apa yang akan terjadi pada kita ke depannya. Bisa jadi hari ini sehat wal afiat, ehh besok terjadi hal yang tidak diinginkan yang membuat kita harus dilarikan ke rumah sakit.


Ini akan menyulitkan jika kita tidak memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Biaya rumah sakit yang mahal pasti akan menguras banyak tabungan kita. Memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa akan melindungi freelancer beserta keluarganya. 


Salah satu asuransi yang aku rekomendasikan adalah FWD Insurance, asuransi yang telah dipercaya oleh cukup banyak orang di tanah air dan memiliki berbagai jenis produk asuransi yang dapat melindungi freelancer dan keluarganya seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi bebas handal, FWD Cancer Protection, Bebas Rencana dan Bebas Aksi.


FWD Insurance juga sering memberikan promo-promo asuransi yang bisa dipilih. Cocok banget untuk freelance yang juga pemburu promo karena ini juga akan menekan budget pengeluaran. Seperti saat lebaran beberapa waktu lalu FWD memberikan promo lebaran. Untuk yang tertarik bisa langsung kunjungi official websitenya FWD Insurance yaaa!


Promo Lebaran dari FWD Insurance



Rabu, 18 Mei 2022

Bestie, pernah gak sih kamu melihat orang lain yang lebih putih, tinggi, hidung mancung lalu minder sama diri sendiri karena memiliki kulit yang lebih gelap, pendek, dan berhidung pesek? Aku dulu pernah berada di fase itu. Sekarang pun masih, namun dengan intensitas yang sudah jauh berkurang.


Berawal dari hobi traveling di sekitar Tahun 2009, khususnya mendaki gunung justru menjadi awal aku masuk ke dunia content creator. Kalo dulu aku hanya ambil foto secukupnya untuk dokumentasi pribadi dan beberapa diupload ke Facebook. Btw dulu masih jamannya Facebook dan sempat mencicipi Friendster yang pernah ramai pada masanya.



Dari sana aku masuk ke dunia blogger dimana cenderung bercerita melalui foto dan tulisan, lalu beberapa tahun ini justru melebar ke foto, tulisan, dan video. Hwaaaaa inget banget di masa awal-awal ambil video untuk keperluan brand, aku sampe nangis karena dari lubuk hati yang paling dalam aku gak pede dan gak mau, tapi gak ada pilihan lain selain "Ayo Kalena! kerjakan!".


Bentuk wajah yang enggak kameraable sejujurnya membuat niatku naik turun untuk mau tetap di dunia content creator ini atau enggak. Sampe akhirnya seiring berjalannya waktu, bertemu banyak orang dengan banyak banget latar belakang, rasa percaya diriku sedikit demi sedikit mulai timbul. Berada di lingkungan yang supportif tanpa menjudge fisik juga membuat aku mulai menerima apa yang emang udah Tuhan kasih.


Self Love dan Self Care

Self love. Pasti kalian udah pernah dengar kan? Istilah self love semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari dan digunakan sebagai bentuk merawat kesehatan mental. Self love adalah bentuk menghargai diri sendiri di masa kini dan di masa lalu. Mencintai diri sendiri juga berarti mengetahui kelebihan, kekurangan, dan potensi yang ada pada diri, dan menerimanya.


Self love bukan berarti kita harus menjadi egois, mengabaikan kebutuhan orang lain, terobsesi dengan diri sendiri, atau bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya yaa! Self love justru ditandai dengan memiliki pandangan yang positif terhadap diri sendiri dan juga orang lain, enggak mudah terpancing emosi, memiliki rasa syukur yang besar, dan manfaat lainnya.


Self love juga cenderung mau menerima masukan dari orang lain dan menjadikannya motivasi untuk pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.


Berbeda dengan self love, self care adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu untuk merawat diri sendiri dengan hal yang bermanfaat untuk dirinya, baik secara rohani maupun jasmani. Singkatnya, self care adalah merawat diri.


Ngomongin tentang self love dan self care, beberapa waktu yang lalu FWD Insurance mengadakan acara FWD Bebas Berbagi yang diadakan tepat pada Hari Kartini. Tema yang diangkat menarik banget yaitu tentang "Pentingnya Self Love dan Self Care Tanpa Harus Boros."


Pada FWD Bebas Berbagi kali ini FWD menghadirkan seorang life coach, self love and purpose, Muara Makarim dan seorang financial consultant, Mada Aryanugraha.


Muara Makarim menyampaikan bahwa penting untuk menerapkan self love dan self care dalam hidup ini agar dapat hidup dengan baik, bahagia dan berkualitas. Kita harus mengenal diri kita sendiri dan harus tau apa yang paling membuat kita bahagia. Hal-hal apa saja yang penting dan berharga bagi hidup kita. Penting sekali untuk dapat menerapkan self love dan self care untuk menjaga kesehatan mental kita. Tapi Muara Makarim juga mengingatkan supaya kita enggak kebablasan dalam menerapkan self love dan self care.


Cara Menikmati Self Love dan Self Care Tanpa Harus Boros

Pada FWD Bebas Berbagi beberapa waktu yang lalu, Muara Karim menyampaikan tentang pentingnya mengoptimasi hari yang dimiliki dengan berbagai aktivitas pagi yang baik, karena itu akan berpengaruh pada mood yang terbentuk setelahnya atau bahkan sepanjang hari.


Jika di pagi hari saja kita tergesa-gesa, telat sarapan, ketinggalan kereta, lalu berujung terlambat ke kantor, semua itu bisa saja merusak mood sepanjang hari.


Supaya hal tersebut tidak terjadi, Muara Makarim memberikan beberapa rekomendasi yang bisa kita lakukan, yaitu dengan melakukan ritual pagi seperti membuat journaling, meditasi, grounding dll. Kita juga bisa melakukan self confidence check untuk mengetahui apa saja yang sudah kita lakukan selama ini dan pencapaian kita sudah sejauh mana. Self confidence check ini berlaku untuk fisik/kesehtaan, karir, keuangan, emosi, dan relationship.


Pada FWD Bebas Berbagi ini, Mada Aryanugraha juga mengangkat sisi self love dan self care dari sisi keuangan. Mada Aryanugraha menyampaikan tentang pentingnya memisahkan pendapatanmu yang terbagi antara kebutuhan hidup, gaya hidup, cicilan utang / kewajiban & investasi.


Supaya pengeluaran tidak lebih besar dari pemasukan, kita harus membagi pengeluaran menjadi beberapa bagian sbb :

  • Pengeluaran pasti yang jumlahnya sudah pasti dan tidak bisa diganggu gugat seperti cicilan rumah, zakat, infak, dll
  • Pengeluaran yang relatif fleksibel. Pengeluaran ini masih bisa kita lakukan penghematan seperti biaya transportasi, listrik /telpon, belanja pakaian, biaya traveling, dll
  • Pengeluaran untuk masa depan seperti tabungan dan investasi
  • Pengeluaran yang pasti dan memiliki resiko paling tinggi jika diabaikan yaitu asuransi

Adanya perencanaan pengeluaran yang baik bisa menyelamatkan kita dari perilaku boros. Tidak ada salahnya jika kita ingin memberikan diri kita self rewards, tetapi pastikan semua kepenuhan sudah terpenuhi yaa!


Ada banyak banget insight yang aku dapetin pada webinar "Pentingnya Self Love, Self Care Tanpa Harus Boros" yang dilaksanakan oleh FWD Insurance selaku perusahaan asuransi kesehatan sekaligus asuransi jiwa yang terpercaya. Untuk kamu yang ingin mengetahui info lebih detail terkait produk asuransi yang dimiliki oleh FWD Insurance, langsung berkunjung ke official websitenya FWD Insurance yaaa!






Follow Kal di @kalenaefris